Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Launching Pekan Imunisasi Nasional Wilayah Kerja Puskesmas Tual.

Launching Pekan Imunisasi Nasional Wilayah Kerja Puskesmas Tual.


Tual, Liputan21.com - Launching tancap Ade sisy Peningkatan Capaian Imunisasi dasar Bayi melalui integrasi posyandu dan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio. Wilayah Kerja Puskesmas Tual. Kamis, 25/7/2024

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ibu pj.ketua TP. PKK kota Tual, kepala UPTD Puskesmas Tual, kepala dinas kesehatan kota tual, ibu ketua PKK Kecamatan dengan rekan rekan Pokja, forum kordinasi kecamatan Dan para tokoh masyarakat,tokoh agama serta para undangan.

Dalam kegiatan launching PIN Polio dan launching peningkatan capaian imunisasi dasar bayi melalui integrasi posyandu (TANCAP ADE SISY). Camat Dullah Selatan, Andreas Refra, SH.dalam Sambutannya mengatakan


Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio adalah program imunisasi massal yang bertujuan memberikan imunisasi tambahan kepada balita di seluruh Indonesia. Program ini dilakukan tanpa memandang status imunisasi polio sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memperkuat imunitas dan mencegah penularan virus polio, terutama di daerah yang berisiko tinggi.


Imunisasi polio berfungsi untuk mencegah penyakit polio, yang dikenal juga sebagai lumpuh layu, karena dapat menyebabkan kelumpuhan permanen bahkan berpotensi mengakibatkan kematian. 
Selain itu Penyelenggaraan PIN Polio memiliki beberapa tujuan utama:
1.Mengurangi Risiko Penularan: Mencegah penyebaran virus polio, terutama yang berasal dari negara lain, sehingga risiko penularan di dalam negeri dapat diminimalisir.

2.Memastikan Kekebalan yang Cukup: Memastikan bahwa tingkat kekebalan masyarakat terhadap penyakit polio cukup tinggi untuk mencegah munculnya kasus baru.

3.Perlindungan Optimal dan Merata: Memberikan perlindungan yang merata kepada balita terhadap potensi infeksi polio, khususnya di daerah dengan cakupan imunisasi yang rendah.
Oleh karena pentingnya kegiatan pin polio ini maka perlu ditunjang oleh setiap komponen baik pemerintah masyrkt maupun organisasi penggerak kesehatan yg ada dlm setiap ruang kerja pelayanan kesehatan.



Lanjut Andreas Refra, menjelaskan bahwa di kecamatan Pulau Dullah selatan ini terdiri dari 2 desa 4 dusun dan 3 kelurahan dengan jumlah kepadatan penduduk sebanyak 57 ribu jiwa.

Dengan pusat pelayanan kesehatan tersebar secara merata di desa dusun dan kelurahan.

Tetapi yang menjadi kendala bagi kami adalah kurangnya perhatian kami kepada pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan selama ini bukanlah karena sebuah unsur kesengajaan melainkan adanya keterbatasan pagu anggaran kecamatan.

Dalam melaksanakan kontrol pelayanan kesehatan,serta keterbatasan staf kecamatan yg hanya berjumlah 7 org utk melakukan pelayanan kepada 2 desa 3 kelurahan 4 dusun namun dengan semangat kesehatan itu mahal kami tetap akan selalu memberikan pendampingan dan penguatan kepada setiap pelaksanaan tugas pelayanan kesehatan dalam wilayah kerja kami.

Melalui kegiatan ini kami berharap  dukungan dari smua pihak atas  keberadaan kami. (Kef21)

Posting Komentar

0 Komentar