Ketua Majelis Dzikir Al Hasyim Dalam Penutupan Rangkaian Perlombaan Keagamaan di Desa Mangon berikut Sambutannya
Tual, liputan 21.com – Sambutan Ketua Majelis Dzikir Al Hasyim, Hasyim Rahayaan, rangkaian perlombaan keagamaan yang diselenggarakan oleh Majelis Dzikir Al Hasyim di Desa Mangon, Kecamatan Pulau Dullah Selatan, Kota Tual, pada Jumat malam (28/3/2025) yang ditutup secara resmi oleh Kandepag Kota tual
Perlombaan ini digelar dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan dan mencakup berbagai kategori, seperti Lomba Adzan Subuh, Qasidah, Samrah, Pembacaan Al-Qur'an, serta Dendang Sahur dan Santunan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam serta mempererat silaturahmi antarwarga.
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Dzikir Al Hasyim, Hasyim Rahayaan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi dan budaya Islam, khususnya dalam seni kasidah dan teater keagamaan, yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Kota Tual.
“Perlombaan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk melestarikan tradisi Islam. Kita berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak masyarakat,” ujar Hasyim Rahayaan.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan. Menurutnya, dengan adanya keterlibatan lebih lanjut dari berbagai pihak, kegiatan ini dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang lebih meriah dan bermanfaat bagi umat Islam di Kota Tual.
Selain itu, Hasyim Rahayaan menekankan bahwa perlombaan ini tidak hanya sebatas hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan spiritual. “Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda agar semakin mencintai Islam dan menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman hidup,” tambahnya.
Sebagai penutup, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di tahun-tahun mendatang dengan cakupan yang lebih luas, serta terus menjaga keamanan dan kenyamanan bagi seluruh peserta dan masyarakat yang terlibat.
Dengan berakhirnya rangkaian perlombaan ini, masyarakat Desa Mangon dan sekitarnya diharapkan dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. (Kef)
0 Komentar